Sahabat Bahasa, kita kerap menjumpai penulisan kata “meneladani” yang tidak tepat penggunaannya. “Meneladani” artinya memberi teladan (kepada)…. Jadi, keliru apabila ada yang mengatakan atau menulis, “Kita harus meneladani Nabi Muhammad saw.” Semestinya, “Kita harus meneladan Nabi Muhammad saw.” “Meneladan” sama artinya dengan “mencontoh” atau “meniru”. Jangan keliru lagi ya, Sahabat Bahasa. Jika ragu, lihatlah KBBI.
Arsip
Kategori
- Bahasa (1)
- Bahasa dan Hukum (5)
- Basiba (2)
- Bengkel Sastra (4)
- Berita (666)
- Bimbingan Teknis (7)
- BIPA (1)
- Cerpen (1)
- Duta Bahasa (12)
- Duta Bahasa (6)
- Galeri (1)
- Gerakan Literasi Nasional (1)
- Komunitas Baca (8)
- Lomba (14)
- Musikalisasi Puisi (2)
- Pekan Bahasa (13)
- Pekan Sastra (8)
- Penghargaan Wajah Bahasa (4)
- Pengumpulan kosakata (1)
- Penyuluhan (19)
- Produk Kebahasaan (2)
- Sastra (3)
- Seminar Bulanan (2)
- Tokoh Bahasa dan Sastra (6)
- UKBI (10)
- Uncategorized (13)
Hubungi Kami
Berita Terbaru
- TERINGAT JALAN PULANG
- Pentingnya Literasi Digital di Era Modern
- Pendampingan Pendaftaran UKBI di Kab. Solok, tanggal 17–20 Mei 2026
- Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat memperkenalkan Duta RAMAH Tahun 2026
- Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat memberikan “Anugerah Kata 2025” sebagai bentuk apresiasi kepada insan yang berperan dalam pemajuan bahasa dan sastra.
