Sahabat Bahasa, kita kerap menjumpai penulisan kata “meneladani” yang tidak tepat penggunaannya. “Meneladani” artinya memberi teladan (kepada)…. Jadi, keliru apabila ada yang mengatakan atau menulis, “Kita harus meneladani Nabi Muhammad saw.” Semestinya, “Kita harus meneladan Nabi Muhammad saw.” “Meneladan” sama artinya dengan “mencontoh” atau “meniru”. Jangan keliru lagi ya, Sahabat Bahasa. Jika ragu, lihatlah KBBI.
Arsip
Categories
- Bahasa (1)
- Bahasa dan Hukum (5)
- Bengkel Sastra (4)
- Berita (664)
- Bimbingan Teknis (7)
- BIPA (1)
- Duta Bahasa (6)
- Duta Bahasa (12)
- Galeri (1)
- Gerakan Literasi Nasional (1)
- Komunitas Baca (8)
- Lomba (14)
- Musikalisasi Puisi (2)
- Pekan Bahasa (13)
- Pekan Sastra (8)
- Penghargaan Wajah Bahasa (4)
- Pengumpulan kosakata (1)
- Penyuluhan (19)
- Produk Kebahasaan (2)
- Sastra (3)
- Seminar Bulanan (2)
- Tokoh Bahasa dan Sastra (6)
- UKBI (10)
- Uncategorized (13)
Hubungi Kami
Berita Terbaru
- Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat memberikan “Anugerah Kata 2025” sebagai bentuk apresiasi kepada insan yang berperan dalam pemajuan bahasa dan sastra.
- Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat melaksanakan kegiatan Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi tahap 2
- Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat (Balai Bahasa) Kian Gencar Melaksanakan Program Pemartabatan Bahasa (Negara) Indonesia.
- Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi di Kabupaten Agam tanggal 24–26 September 2025 di Hotel Dymen Bukittinggi.
- Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat. Menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok Masyarakat Apresiasi bagi Komunitas Literasi.

